ISO 27001 dan ISO 37001 sama-sama standar sistem manajemen internasional yang populer di Indonesia, tetapi keduanya mengatur area yang sama sekali berbeda. Banyak perusahaan yang baru mengenal sertifikasi ISO bertanya-tanya standar mana yang sebaiknya diprioritaskan lebih dulu. Artikel ini merangkum perbedaan utama keduanya agar lebih mudah menentukan kebutuhan organisasi Anda.
ISO 27001: Sistem Manajemen Keamanan Informasi
ISO/IEC 27001 mengatur bagaimana organisasi mengelola dan melindungi informasi, baik data pelanggan, data internal, maupun aset digital lainnya, dari risiko seperti kebocoran data, akses tidak sah, dan gangguan sistem. Standar ini sangat relevan bagi organisasi yang:
- Mengelola data pelanggan dalam jumlah besar (misalnya perusahaan teknologi, fintech, atau layanan berbasis data).
- Menyediakan layanan cloud, aplikasi, atau infrastruktur IT bagi klien lain.
- Diwajibkan mitra atau regulator untuk menunjukkan standar keamanan informasi tertentu sebelum kerja sama disetujui.
ISO 37001: Sistem Manajemen Anti Penyuapan
ISO 37001 mengatur bagaimana organisasi mencegah, mendeteksi, dan menangani praktik suap, baik yang melibatkan karyawan, manajemen, maupun pihak ketiga seperti agen dan mitra bisnis. Standar ini sangat relevan bagi organisasi yang:
- Sering berinteraksi dengan proses tender, pengadaan, atau perizinan dari instansi pemerintah.
- Beroperasi di sektor dengan risiko suap tinggi, seperti konstruksi, jasa keuangan, atau sektor publik.
- Ingin memperkuat tata kelola perusahaan dan kepercayaan investor atau regulator.
Perbandingan singkat
- Fokus utama: ISO 27001 pada keamanan data, ISO 37001 pada integritas dan anti-korupsi.
- Risiko yang dicegah: ISO 27001 mencegah kebocoran/penyalahgunaan informasi, ISO 37001 mencegah praktik suap.
- Sektor yang paling sering menerapkan: ISO 27001 banyak di teknologi dan jasa keuangan; ISO 37001 banyak di konstruksi, sektor publik, dan jasa keuangan.
- Dokumen kunci: ISO 27001 memerlukan Statement of Applicability (SoA) dan penilaian risiko keamanan informasi; ISO 37001 memerlukan kebijakan anti-penyuapan dan penilaian risiko suap.
Apakah perusahaan bisa menerapkan keduanya sekaligus?
Bisa, dan cukup umum dilakukan terutama oleh perusahaan di sektor jasa keuangan atau perusahaan yang berinteraksi dengan sektor publik, karena kedua standar ini saling melengkapi: satu menjaga keamanan informasi, satu lagi menjaga integritas proses bisnis. Kedua sertifikasi ini bisa diterapkan secara bertahap sesuai prioritas risiko organisasi, atau diaudit dalam siklus yang berdekatan untuk efisiensi biaya dan waktu.
Menentukan prioritas untuk perusahaan Anda
Jika organisasi Anda mengelola data sensitif dalam jumlah besar, mulailah dari ISO 27001. Jika organisasi Anda banyak berinteraksi dengan proses tender, pengadaan, atau regulator, ISO 37001 sebaiknya menjadi prioritas. Tim Sertifin dapat membantu meninjau profil risiko perusahaan Anda untuk menentukan standar mana yang paling relevan diterapkan lebih dulu.